KITAB SULAIM PDF

Mereka tidak mengetahui sesuatu pun daripada sebab-sebab kami. Mereka melihat Sunnah Nabi mereka bertukar dan berubah sedikit demi sedi kit, bab demi bab, kemudian mereka meridhainya tanpa sebarang penentangan. Ma lah mereka mempertahankannya pula. Mereka mencela orang yang mengkritik dan mengingkarinya.

Author:Judal Golrajas
Country:Gabon
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):9 December 2006
Pages:136
PDF File Size:13.29 Mb
ePub File Size:1.3 Mb
ISBN:245-2-64270-595-6
Downloads:18949
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faehn



Ia tinggal di Hijaz setelah itu berhijrah ke Syam dan Irak. Kelahiran Sulaim dua tahun sebelum Hijriyah di wilayah Kufah dan ketika Rasulullah saw wafat, usianya 12 tahun. Sulaim di masa Rasulullah saw dan juga di masa kekhalifaan Abu Bakar tidak berada di Madinah , sehingga ia tidak hadir saat kejadian di Saqifah maupun pada saat wafatnya Sayidah Fatimah sa. Saat berusia 25 tahun ia melakukan haji dan ia mendengarkan ceramah Abu Dzar disisi Kakbah sambil mencatatnya.

Ia mendampingi Abu Dzar ke Rabadzah dan ia menimba ilmu darinya serta mencatatnya dalam kitabnya. Pada periode ini, Sulaim adalah salah seorang sahabat khusus Imam Ali as dan tetap melanjutkan aktivitasnya mencatat hadis dan sejarah, meskipun saat itu aturan yang melarang penulisan hadis masih berlaku secara ketat.

Karena itu aktivitas tersebut, ia lakukan secara sembunyi-sembunyi. Pada periode Utsman, Sulaim memiliki hubungan yang erat dan dekat dengan Abu Dzar dan Miqdad , dimana selama bertahun-tahun ia berpisah dengan Salman , terlebih lagi sejak Salman hijrah ke Madain dan meninggal dunia di kota tersebut.

Pada tahun-tahun itu, Sulaim bersama Abu Dzar melakukan safar Haji dan ia mencatat ceramah-ceramah Abu Dzar yang disampaikan di sisi Kakbah dan juga bersamanya kembali ke Madinah.

Sulaim yang sebelumnya ber jihad dengan pena dan tintanya dalam mencatat dan menyebarkan ilmu, melengkapi jihadnya dengan memanggul pedang dan turun ke medan jihad di barisan pertama bersama Imam Ali as dalam menghadapi kaum pemberontak. Meski dalam suasana perang, aktivitas menulisnya tidak terhenti, ia mencatat perang-perang yang diikutinya dan menceritakan kisah-kisah yang dialaminya langsung dalam kitabnya.

Ia bergabung dalam pasukan Imam Ali as pada Perang Jamal sejak awal sampai akhir dan tercatat sebagai salah seorang dari lima ribu pendukung setia Amirul Mukminin as dibarisan depan. Ia melaporkan dalam kitabnya jumlah pasukan dalam Perang Jamal termasuk kekhususan orang-orangnya dan bagaimana proses pertempuran itu terjadi, termasuk mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi di Bashrah dan menulis khutbah-khutbah Amirul Mukminin as paska peperangan terjadi.

Perang tersebut berlangsung selama 17 bulan dan ia ikut dalam setiap fasenya. Begitupun dalam perang Yaum al-Hariyah, episode paling dramatik dalam Perang Shiffin yang juga tercatat sebagai hari terakhir dalam perang tersebut, yang menelan korban jiwa lebih dari 70 ribu orang.

Sulaim saat itu berusia 40 tahun. Dalam kitabnya, Sulaim mencatat pembicaraan antara Imam Ali as dan Muawiyah, termasuk ucapan-ucapan Imam yang ditujukan kepada Muawiyah dalam perang. Sulaim juga hadir dalam peristiwa perjumpaan seorang Rahib Nashrani dengan Amirul Mukminin as yang akhirnya masuk Islam dan memberikan kitab-kitab Nabi Isa as yang ada padanya sebagai hadiah kepada Imam Ali as.

Sulaim turut merekam peristiwa tersebut dalam bukunya. Pada hari-hari itu ia ke Madain dan di kota tersebut ia bertemu dengan Hudzaifah. Pasca perang usai, ia bersama Imam Ali as menuju Kufah dan kembali terlibat perang menghadapi pasukan Muawiyah. Pada bulan Ramadhan di tahun yang sama, Amirul Mukminin as menggapai cawan kesyahidannya. Selama tiga hari terakhir ia bersama Imam Ali as di akhir-akhir usianya dan mencatat surat wasiat Imam Ali as. Ia turut hadir dalam pertemuan Imam Hasan as dengan Muawiyah untuk merumuskan perdamaian.

Ia mencatat khutbah Imam Hasan as yang ditujukannya kepada Muawiyah. Sepanjang periode kekuasaan Muawiyah, Sulaim tetap melanjutkan aktivitas keilmuannya. Ia menyalin semua surat-surat Muawiyah yang kemudian menjadi catatan sejarah yang berharga.

Tidak ada seorangpun yang melakukan hal tersebut kecuali Sulaim. Sulaim juga hadir dalam peristiwa tersebut dan mencatat secara utuh khutbah Imam Husain as saat itu.

Saat itu usia Sulaim lebih dari 60 tahun. Tidak ada catatan sejarah satupun yang menyebutkan kondisi dan keadaan Sulaim saat itu. Kemungkinan besar ia termasuk salah seorang yang menjadi tahanan Ibnu Ziyad sehingga tidak mampu memberikan pembelaan atas Imam Husain as. Sulaim saat itu juga berkhidmat untuk Imam Baqir as yang saat itu berusia 7 tahun. Tahun-tahun tersebut terjadi pemberontakan oleh Ibnu Zubair di Hijaz dan oleh Mukhtar di Irak, namun hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tersebut tidak tertulis dalam kitab Sulaim.

Meski saat itu Sulaim masih hidup setidaknya sampai masa kekuasaan Hajjaj dan menetap di Kufah. Sejak awal Hajjaj telah mengincar Sulaim untuk dibunuh sebab latar belakangnya sebagai sahabat dan pendukung setia para Imam Ahlulbait as.

Oleh karena itu, tidak lama dari masa kedatangan Hajaj, Sulaim segera meninggalkan Irak dan menetap di Iran. Ia tinggal di kota Nubandjan kawasan dekat Syiraz. Saat itu Sulaim berusia 77 tahun. Tidak diketahui alasannya secara jelas dan bagaimana proses perkenalannya terjadi, yang pasti Sulaim kemudian menetap di rumah ayah pemuda itu. Setelah tinggal beberapa waktu bersama Sulaim, Aban menjadi lebih banyak mengenal kepribadian Sulaim. Ia berkepribadian kuat dan pekerja keras.

Memiliki akhlak yang mulia serta menyimpan kesedihan yang panjang. Ia tidak suka dengan keramaian dan popularitas. Ia tidak menukilkan apapun dari bukunya kecuali dari orang-orang yang diyakininya tsiqah dapat dipercaya dan layak untuk dipercaya. Dalam kitab tersebut memuat keutamaan Ahlulbait as , biografi Imam , peristiwa-peristiwa yang terjadi sepeninggal Rasulullah saw dan sebagainya.

Mengenai kemutawatiran kitab Sulaim tersebut, antara ulama Syiah terjadi perbedaan pendapat. Akhlak Sulaim bin Qais Pribadi yang Menghindarkan Diri dari Popularitas Dengan memperhatikan bahwa Sulaim hanya lima tahun dimasa kekhalifaan Imam Ali as bisa dikatakan bebas sepenuhnya, sebelum dan setelah itu dengan berbagai kesulitan dan keterbatasan gerak yang harus dihadapinya membuatnya tidak bisa menulis dengan leluasa.

Dimasa kekhalifaan Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan yang menerapkan kebijakan larangan penulisan hadis-hadis Nabi Muhammad saw misalnya, maka bukan hanya kitab yang ditulis Sulaim yang akan direbut dan dihilangkan, namun juga nyawanya sebab kitabnya banyak berisi hal-hal yang menentang kekuasaan dua khalifah tersebut. Pasca kesyahidan Imam Ali as, maka Sulaim kembali menemukan keterasingannya. Ia melanjutkan menulis kitabnya dalam keadaan sembunyi-sembunyi.

Diantaranya, Sulaim bin Qais menulis surat-menyurat antara Muawiyah dan Ziyad bin Abih dan diabadikan dalam kitabnya. Memiliki Ketelitian dan Kejelian dalam Merangkum Peristiwa Sulaim ketika menulis sebuah masalah dalam kitabnya yang memungkinkan munculnya pertanyaan dan permasalahan dari pihak pembaca, jawaban dan penjelasannya pun telah dijabarkannya.

Ia juga menulis secara detail waktu dan tempat setiap informasi yang didapatkannya. Untuk menjamin kepercayaan dan kesahihan setiap riwayat yang dinukilkannya, ia mengkonfirmasinya kepada para Imam as. Berkenaan dengan validitas riwayat dari sebuah peristiwa, sebelumnya Sulaim mengkonfirmasinya kepada beberapa orang, bahkan melakukan perjalanan untuk kepentingan mengecek kesahihan dari riwayat yang akan ditulis dalam kitabnya.

Ketika Sulaim mendapatkan berita mengenai peristiwa penting yang terjadi dari sebuah negeri, maka ia berupaya keras untuk menukilkan langsung dari saksi yang hadir pada peristiwa tersebut. Ikutnya Sulaim dalam perjalanan Muawiyah ke Madinah merupakan salah satu contohnya. Termasuk kesahihan kitab yang ditulisnya.

Kelompok yang Sepakat Berikut pendapat sejumlah ahli hadis mengenai sosok Sulaim: Najasyi : Ia adalah salah seorang sahabat Imam Ali as dan seorang penulis kitab yang masyhur. Ia salah satu dari sahabat istimewa Amirul Mukminin as.

Ia mencintai para Imam as dengan sepenuh hati dan memiliki derajat yang mulia. Ia memegang teguh keyakinan dan agamanya. Syiah maupun bukan Syiah menjadikan ia dan kitabnya sebagai salah satu sanad. Ia terkategorikan tsiqah oleh ulama-ulama besar seperti Syaikh Hakkani. Dalam makalahnya ia berkesimpulan bahwa sosok Sulaim bin Qais tidak pernah ada dalam sejarah, dan termasuk tokoh fiktif.

Ia mengambil kesimpulan tersebut setelah melakukan penelitian dari banyak sumber. Namun makalah tersebut mendapat bantahan dan koreksian dari Ali Ilahi Khurasani. Amini, Abdul Husain, al-Ghadir, Beirut.

CESSNA 172P CHECKLIST PDF

KITAB SULAIM PDF

Telkis Salaam, What is this book? It scared me off a bit after I read it. Musnad Ahmad Ibn Hanbal. Share this post Link to post Share on other sites. The most of it is unreliableand its reports should not be emulated. Most of it is unreliableand its reports should not be copies. The author is also regarded as a trustworthy narrator to some.

DESCARGAR LAS BALLENAS CAUTIVAS PDF

Kitab-e-Sulaym

Ia tinggal di Hijaz setelah itu berhijrah ke Syam dan Irak. Kelahiran Sulaim dua tahun sebelum Hijriyah di wilayah Kufah dan ketika Rasulullah saw wafat, usianya 12 tahun. Sulaim di masa Rasulullah saw dan juga di masa kekhalifaan Abu Bakar tidak berada di Madinah , sehingga ia tidak hadir saat kejadian di Saqifah maupun pada saat wafatnya Sayidah Fatimah sa. Saat berusia 25 tahun ia melakukan haji dan ia mendengarkan ceramah Abu Dzar disisi Kakbah sambil mencatatnya. Ia mendampingi Abu Dzar ke Rabadzah dan ia menimba ilmu darinya serta mencatatnya dalam kitabnya. Pada periode ini, Sulaim adalah salah seorang sahabat khusus Imam Ali as dan tetap melanjutkan aktivitasnya mencatat hadis dan sejarah, meskipun saat itu aturan yang melarang penulisan hadis masih berlaku secara ketat. Karena itu aktivitas tersebut, ia lakukan secara sembunyi-sembunyi.

Related Articles