ASBAB-WURUD-AL - HADITS PDF

Dosen: Drs. Damanhuri, MA I. Pendahuluan Memahami hadist bukan suatu yang mudah, ada ilmu khusus untuk mengetahuinya. Bagi para peneliti setidaknya harus mengetahui sebab-sebab lahirnya suatu hadist. Satu diantara sejumlah hal yang sangat urgen dalam memahami matan redaksi hadist adalah mengetahui sebab-sebab lahirnya hadist. Karena, pemahaman terhadapnya akan membantu memahami hadist secara lebih baik.

Author:Juktilar Tulabar
Country:Andorra
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):23 June 2012
Pages:245
PDF File Size:15.80 Mb
ePub File Size:2.96 Mb
ISBN:203-8-41724-398-9
Downloads:75843
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJonris



Posted on December 3, by alkautsarkalebbi A. Dengan demikian hadits memiliki posisi yang sangat signifikan dan strategis. Oleh sebab itu, kita sangat berkepentingan untuk menggali butir-butir ajaran Islam yang tedapat dalam hadits-hadits tersebut. Agaknya tidak berlebihan jika kita katakan bahwa sebagian besar ajaran Islam yang bersifat perincian tafshili terdapat di dalam hadits. Jika kalian mau berpegang teguh kepadanya niscaya kamu sekalian tidak akan sesat selama-lamanya.

Oleh karena itu, mengetahui dan memahami latar belakang munculnya suatu hadits atau asbab al-wurud al-hadits sangat diperlukan dalam rangka memahami dan mencari mutiara hikmah serta ide-ide dasar dalam suatu hadits. Dengan mengetahui asbab wurud tersebut, maka diharapkan kita dapat menangkap pesan moral dari sebuah hadits, sehingga kita tidak hanya terkungkung di bawah bayang-bayang teks-teks hadits yang sering kali bersifat kasuistik, temporal, kultural dan bahkan lokal.

Sebab mengetahui sebab itu dapat mengetahui musabbab akibat. Atau penyebab terjadinya sesuatu. Karena istilah tersebut biasa dipakai dalam diskursus ilmu hadits, maka asbab al-wurud bisa diartikan sebagai sebab-sebab atau latar belakang background munculnya suatu hadits. Akan tetapi karena ilmu ini mempunyai sifat-sifat yang khusus yang tidak seluruhnya tercakup dalam ilmu tarikh dan mempunyai faedah yang besar sekali dalam lapangan ilmu hadits, maka kebanyakan muhadditsin menjadikan ilmu itu suatu ilmu pengetahuan tersendiri, sebagai cabang ilmu hadits dari jurusan matan.

Ia dapat berfungsi sebagai pisau analisis untuk menentukan apakah hadits itu bersifat umum atau khusus, mutlak atau muqayyad, nasakh atau mansukh dan lain sebagainya. Cara-cara untuk mengetahui sebab-sebab lahirnya hadits itu adalah dengan melihat aspek riwayat atau sejarah yang berkaitan dengan peristiwa wurudnya hadits [14]. Karena tidak ada jalan bagi logika. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, berarti hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya; barang siapa yang hijrahnya karena duniawi, maka dia akan memperolehnya; atau karena wanita, maka dia akan mengawininya.

Maka hijrah seseorang itu hanya kepada apa yang diniatkan dalam hijrahnya. Kemudian datanglah seorang lelaki, lalu ia mengawini seorang wanita Muhajirah. Dan barangsiapa yang niat hijrahnya karena duniawi, maka dia dapat mencarinya; atau karena wanita, dia dapat melamarnya.

Maka sesungguhnya hijrah seseorang itu hanyalah kepada apa yang ia niatkan dalam hijrahnya. Kenyataan ini pasti membutuhkan keterangan yang lebih spesifik, lebih rinci dan dapat dipahami secara literal oleh pengikut Nabi.

Hadits-hadits tentang risalah termasuk dalam jenis ini. Tentang ini al-Balqini mengatakan: semisal hadits yang berkenaan dengan pertanyaan malaikat Jibril.

Urgensi dan Signifikansi Mempelajari Asbab al-Wurud al-Hadits Dari definisi asbab al-wurud tersebut di atas, kita dapat menangkap fungsi mempelajari asbab al-wurud al-hadits, yakni: membatasi arti suatu nash hadits dalam segi-segi berikut: a. Mentakhsish mengkhususkan arti yang umum.

Sebagai akibat dari adanya pemahaman terhadap asbab al-wurud al-hadits adalah adanya pengkhususan makna dari sesuatu yang bersifat umum kepada sesuatu yang bersifat khusus. Membatasi arti yang mutlak [27] c. Merinci yang mujmal global [28] d.

Menentukan persoalan nasakh dan menjelaskan nasikh dan mansukh [29] e. Menerangkan illat alasan suatu hukum [30] f. Menjelaskan kemusykilan kesulitan memahami [31] 5. Dalam faedah Keduanya menentukan arti yang dimaksud, dan mengkompromikan dua hadits atau men-tarjih-kannya mencari hadits mana yang lebih shahih manakala terjadi pertentangan arti.

Dalam bentuk Ada sebagian ayat yang turun sebagai bagian dari ayat yang lain, maka sebab munculnya suatu hadits pun juga ada yang merupakan bagian dari hadits yang lain. Hanya saja ilmu ini belum tersusun secara sistematis dalam suatu bentuk kitab-kitab.

Maka Allah pun menurunkan ayat tersebut di atas. Mengenai kapan dimulainya penyusunan buku-buku yang berkenaan dengan masalah ini, al-Suyuthi menuturkan dengan menukil al-Dzahabi dan Ibnu Hajar yang menyatakan adanya beberapa karya tentang objek ini, yakni: a.

Dicetak tahun H. Kitab yang disusun secara alfabetis ini dicetak pada tahun H di Halab dalam dua juz besar-besar. Tata Cara Memahami Hadits dengan Baik Untuk mendapatkan pesan moral yang ideal, komprehensif dan sesuai dengan situasi dan kondisi serta menghindari penyimpangan, pemalsuan dan penafsiran yang buruk dalam memahami hadits, ada beberapa hal dan ketentuan-ketentuannya, di antaranya apa yang disebutkan Yusuf Saefullah dan Cecep Sumarna dalam bukunya Pengantar Ilmu Hadits, sebagai berikut: a.

Menghimpun hadits-hadits yang terjalin dalam tema yang sama. Penggabungan atau pentarjihan antara hadits yang tampaknya bertentangan.

Memahami hadits dengan mempertimbangkan latar belakang, situasi dan kondisinya ketika diucapkan serta tujuannya. Membedakan antara sarana yang berubah-ubah dengan sarana yang tetap.

Membedakan antara ungkapan yang bermakna sebenarnya dengan yang bersifat majaz dalam memahami hadits. Membedakan antara alam ghaib dan alam kasat mata. Memastikan makna dan konotasi kata-kata dalam hadits. PENUTUP Kesimpulan Dari uraian di atas, tersurat bahwa kajian terhadap asbab al-wurud al-hadits menjadi sangat penting untuk penentuan makna ideal dalam memahami hadits. Memang tidak semua hadits mengandung sebab-sebab keluarnya, tetapi sebagian hadits yang memiliki sebab-sebab dimaksud akan memberikan kemudahan memberikan interpretasi terhadap makna suatu hadits.

CONVERSACIONES ESCRITAS KIM POTOWSKI PDF

'+relatedpoststitle+'

Asbab Wurud al-Hadis I. Sebab mengetahui sebab itu dapat mengetahui musabbab akibat. Rumusan masalah. Menuturkan sabdanya dan waktu beliau menuturkan itu.

EDUARDO AGUILAR KUBLI PDF

Makalah Asbab al-Wurud

Karena istilah tersebut biasa dipakai dalam diskursus ilmu hadis, maka asbabul wurud dapat diartikan sebagai sebab-sebab atau latar belakang background munculnya suatu hadis. Sesuatu yang menjadi thoriq metode untuk menentukan suatu Hadis yang bersifat umum, atau khusus, mutlak atau muqayyad, dan untuk menentukan ada tidaknya naskh pembatalan dalam suatu Hadis. Dengan demikian, nampaknya kurang tepat jika definisi itu dimaksudkan untuk merumuskan pengertian asbabul wurud menurut Said Agil Husin Munawwar untuk merumuskan pengertian asbabul wurud, perlu mengacu kepada pendapat hasbi ash-shiddiqie. Menuturkan sabdanya dan masa-masa nabi SAW. Ia dapat berfungsi sebagai pisau analisis untuk menentukan apakah Hadis itu bersifat umum atau khusus, mutlaq atau muqayyad, naskh atau mansukh dan lain sebagainya. Dengan demikian, dalam perspektif ini mengetahui asbabul wurud bukanlah tujuan ghayah , melainkan hanya sebagai sarana washilah untuk memperoleh ketepatan makna dalam memahami pesan moral suatu Hadis. Pertama, ada kalanya suatu hadist lahir karena Rasulullah ditanya tentang sesuatu hal oleh para sahabat.

KOEHANDEL MASTER SPELREGELS PDF

ASBAB AL-WURUD AL-HADITS

Khairuddin, M. Pendahuluan Manusia dalam hidupnya membutuhkan berbagai macam pengetahuan. Sumber pengetahuan tersebut ada dua macam, yaitu naqli dan aqli. Sumber yang bersifat naqli merupakan pilar dari sebagian besar ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh manusia baik dalam agamanya secara khusus maupun masalah dunia secara umum. Hadits merupakan salah satu sumber ajaran agama Islamyang menduduki posisi sangat penting, baik secara struktural maupun secara fungsional. Namun hadits yang disabdakan Rasulullah ada yang bersifat jelas, tetapi ada yang belum jelas dan harus dicari kejelasannya untuk dapat memahami hadits tersebut.

AACHENER APHASIE TEST PDF

ASBAB AL-WURUD

Pendahuluan Para ahli ilmu pengetahuan dalam hal ini sains memiliki pandangan bahwa setiap peristiwa atau kejadian ada penyebabnya. Hal itu wajar, karena asumsi dasar sains adalah tidak ada kejadian tanpa sebab. Akan tetapi bila manusia bisa lebih membuka worldview serta mengikuti conscience-nya, yaitu dengan menerima kebenaran atas pijakan iman, maka hukum sebab-akibat bukanlah patokan dasar dalam menjelaskan suatu kejadian. Tapi jauh di atas itu ada hukum Allah yang berlaku atas ciptaan-Nya. Disiplin ilmu ini, merupakan jalan yang menguatkan kepada pemahaman hadits.

Related Articles